Tak hanya Ambalat, Malingsia juga Rampas Baju Pengantin

Posted on Updated on

visitmalingsiaMalaysia ternyata tidak hanya telah mengambil Pulau Sipadan dan Pulau Ligitan, serta mengancam merebut kawasan blok Ambalat, namun juga telah “merampas” baju pengantin Indonesia dengan mematenkan baju adat pengantin Pekanbaru, Riau pada tiga tahun lalu.

“Jangankan Pulau Sipadan dan Ligitan atau Blok Ambalat, baju pengatin milik Indonesia dari Pekanbaru, Riau juga sudah diserobot bahkan dipatenkan oleh Malaysia,” kata Ketua Umum Himpunan Ahli Rias Pengantin Indonesia (HARPI), Melati, Endang Sugiarto, di Samarinda, Kamis.

Endang mengakui bahwa ada kesalahan di pihak Indonesia yang tidak segera mematenkan hak cipta dari budaya luluhur.

Ia mengatakan bahwa Indonesia memang kecolongan dalam melestarikan budaya bangsa, termasuk pakaian adat pengantin. Hasilnya, ketika pakaian adat Pekanbaru dipatenkan Malaysia, Indonesia pun tak bisa berbuat banyak.

Diduga, pakaian pengantin adat asal Pekanbaru yang kini menjadi milik Malaysia awalnya dibeli oleh pihak Malaysia.

“Kemungkinan ada orang Indonesia yang menjual pakaian pengantin adat itu ke Malaysia dengan harga tinggi dan selanjutnya dipatenkan menjadi pakaian adat Negeri Jiran itu. Ini namanya tidak benar,” tegasnya.

Dia mengajak pengurus HARPI di Kaltim agar mengantisipasi hal serupa dengan segera membakukan atau mematenkan pakaian pengantin adat lain yang banyak tersebar di Kaltim.

Endang juga berharap dalam waktu dekat Kaltim ikut berpartisipasi dalam pergelaran pengantin seluruh Indonesia di Taman Mini Indonesia Indah.

Dari hasil kegiatan ini akan dibukukan dan bukunya dijual ke Asia Pasifik, sebagai antisipasi penyerobotan pakaian adat oleh negara lain.

“Dengan kondisi itu, maka HARPI harus tetap waspada dan jangan sampai kecolongan dua kali, sehingga sampai kini setidaknya terdapat 40 pakaian pengantin adat dari seluruh Indonesia sudah dipatenkan,” katanya.

Terlepas sengaja atau tidak, yang jelas Indonesia harus tetap mewaspadai Negeri Jiran itu karena masalah pakaian pengatin saja diserobot, apalagi satu wilayah yang memiliki potensi besar dan berpengaruh bagi pendapatan dan perluasan wilayah Malaysia.

“Pakaian pengantin di Kaltim baru satu yang sudah dipatenkan, yakni Pakaian Adat Anta Kesuma dari Kutai Kartanegara,” ujarnya.

Bulungan dan Berau

Kepala Dinas Pendidikan Kaltim H Syafruddin Pernyata menyesalkan pencaplokan pakaian adat milik Indonesia oleh Malaysia, karena dinilai tidak etis bagi sebuah negara yang serumpun.

“Jangan-jangan pakaian pengantin adat Bulungan atau Berau yang masih rumpun Melayu itu pun sudah diklaim menjadi milik Malaysia dan sudah saatnya pakaian adat tersebut segera dipatenkan,” kata Syafruddin.

Dia minta pada HARPI Kaltim Malaysia inventarisasi terhadap sejumlah pakaian adat di seluruh Kaltim dan segera dipatenkan untuk menghindari kemungkinan upaya penyerobotan negara lain. (Ant/jy)

*Note : (Gambar ini saya temukan di salah seorang blogger Indonesia yg sedang belajar di malingsia. Untuk mengetahui pemilik gambar  lebih lanjt klik disini. Maaf gambarnya kurang up to date :)  )

2 thoughts on “Tak hanya Ambalat, Malingsia juga Rampas Baju Pengantin

    phynoy said:
    July 5, 2009 at 10:37 am

    selain pakaian adat, makanan2 khas Indonesia sepertinya harus segera dipatenkan juga. Karena dari blog orang malingsia (www.indoncelaka.blogspot.com) mengatakan bahwa rendang berasal dari negaranya.
    Tari2 adat di Indonesia juga sebaiknya dipatenkan sebelum si malingsia bertambah serakah merebut kekayaan Indonesia.

      Afif responded:
      July 12, 2009 at 2:17 pm

      Tp pemerintah kita sprtinya belum terlalu peduli akan hal budaya, msih sibuk dg urusan masing2.. menurut sya Loh🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s