The Fact About Malaysia

Posted on Updated on

Postingan pertama saya pasca Lebaran…🙂 Kenyataan hidup setelah Lebaran membuat saya kehabisan ide untuk menulis postingan. Sedikitnya waktu luang termasuk salah satu faktor penyebabnya. Alhasil, saya temukan artikel ini ketika sedang main-main ke kaskus untuk nge-update ini blog🙂

1. Pengakuan secara jujur dari Datuk Anwar Ibrahim pada NewYork Times, bahwa sebagian besar pemimpin Malaysia terlalu pongah dan sombong meskipun sebenarnya Malaysia adalah negara lemah dan korup sehingga tidak bisa menghargai negara-negara tetangganya.(Di Indonesia ada KPK)

2. Terbatasnya akses informasi dari media informasi (surat kabar, televisi dan lain-lain) bagi rakyat Malaysia sehingga hanya sedikit saja informasi mengenai negara-negara tetangga yang dipunyai. Hal ini menyebabkan hidup rakyat Malaysia seperti katak dalam tempurung. Akibatnya, mereka merasa pintar padahal sesunggunya hidup dalam kemalasan dan kebodohan yang teramat sangat. Nilai-nilai demokrasi yang dicapai oleh negara tetangganya tidak banyak diketahui oleh rakyat Malaysia. Hal ini memang disengaja oleh pemerintah mereka agar rakyat tetap bodoh sehingga tidak membahayakan kekuasaan mereka.(Malaysia negara demokrasi????)

3. Menurut analisis Robert C. Lie (Times magazine, June 2007), fenomena yang berlaku di Malaysia ini dalam istilah psikologi merupakan mekanisme pertahanan diri. Intinya, adanya kelemahan, kebodohan, serta kegagalan bangsa Malaysia mengaktualisasikan diri sebagai suatu bangsa yang bisa dihormati oleh bangsa lainnya menyebabkan mereka berusaha sekuat tenaga membalik penilaian tersebut dengan memberikan stigma yang lebih jelek terhadap negara tetangganya.

4. Analisis dari Dinas Rahasia Russia (2006) terhadap fenomena teroris Dr. Azahari dan Nurdin Moh. Top, menyatakan bahwa kedua orang tersebut adalah merupakan kaki tangan / agen rahasia Malaysia bekerjasama dengan CIA disusupkan ke Indonesia untuk mencegah fenomena kebangkitan Islam moderat di Indonesia. Seperti Analisis dari CIA, keberhasilan proses demokratisasi di Indonesia yang diikuti dengan kebangkitan Islam di Indonesia akan menjadikan Indonesia sebagai Negara besar dan maju di regional Asia Pasifik. Kondisi ini jelas tidak menguntungkan bagi Malaysia yang berupaya menjadi pemimpin di wilayah ini namun tidak memiliki kemampuan sama sekali. Kepentingan USA terhadap wilayah ini juga akan terganggu bila Indonesia berhasil muncul menjadi Negara besar dan maju di kawasan ini.

5. Dalam era globalisasi dewasa ini, peperangan bukan lagi menjadi suatu kunci bagi memenangi suatu persaingan. Justru saat ini yang dibutuhkan adalah soft power. Keunggulan budaya salah satunya. Dalam banyak hal ini jelas sekali keunggulan budaya Indonesia atas Malaysia. Lagu-lagu Indonesia banyak membanjiri Malaysia, bahkan menjadi top chart di negara mereka. Belum lagi hasil-hasil budaya lainnya seperti film, kerajinan, pencak silat, kebudayaan tradisional, dan lain-lain. Arsitektur misalnya, sudah menjadi pengetahuan umum bila menara kembar Petronas mencontek dari desain Candi Prambanan di Indonesia. Fenomena ini diakui oleh budayawan serta banyak artis Malaysia, salah satunya adalah Amy yang begitu gundah atas membanjirnya produk budaya dari Indonesia ke Malaysia

6. Banyak turis-turis yang kecewa tatkala membeli souvenir dari Malaysia, karena kebanyakan ternyata adalah made in Indonesia yang diganti labelnya menjadi made in Malaysia. Maksud hati ingin membeli produk asli Malaysia, namun ternyata yang didapat adalah made in Indonesia.(namanya juga negara maling,sampe sovenir pun maling juag)

7. Fenomena negara-negara yang jumlah penduduknya besar dan didukung dengan resources sumber daya alam yang melimpah merupakan cikal bakal menjadi negara besar ,maju dan berpengaruh dalam percaturan politik dunia adalah benar adanya (analisis Huttington, 1997), contohnya adalah USA, Rusia, China, India, Jepang. Negara lain yang mempunyai potensi menjadi Negara besar lainnya dalah Indonesia dan Brazil.

8. Tidak ada satupun kurikulum mancanegara yang memasukkan mata pelajaran bahasa Malaysia kedalam kuliahnya, satu-satunya turunan dari bahasa melayu yang dijadikan kurikulum pendidikan bahasa asing adalah bahasa Indonesia.(Universit y di Australia, Belanda, Rusia, China, Jepang, Eropa, USA). Hal ini disebabkan karena bahasa Indonesia merupakan salah satu bahasa yang berpotensi semakin besar pemakaiannya di dunia (UNESCO) .

Sumber : www.kaskus.us

12 thoughts on “The Fact About Malaysia

    alamendah said:
    September 29, 2009 at 4:10 pm

    (maaf) izin mengamankan PERTAMA dulu. Boleh kan?!
    Tapi sayang kita tetap dipandang sebelah mata oleh mereka

      Afif responded:
      September 29, 2009 at 4:38 pm

      silakan mas alam..🙂
      Yg penting kita harus tetap memperthankan apa yg kita punya dg kemampuan yg ada

    nakjaDimande said:
    September 29, 2009 at 4:52 pm

    Afiiiiiiifff… hayoooo, bukannya ngerjain tugas kuliah, malah ngulik-ngulik tetangga..😀

    ndak apa-apalah afif.. yang penting kita terus berusaha untuk terus unggul disegala bidang.. biarkanlah mereka mau buat apa..

      Afif responded:
      September 29, 2009 at 5:31 pm

      hehe.. 1kali begadang 3 pekerjaan trlewati bundo : tugas, ngulik” tetangga, & nonton bola🙂

    Pakde Cholik said:
    September 29, 2009 at 10:27 pm

    Bahasa Jawanya ” Dora ning ora sembodo ” ya mas. Sombong tapi nggak punya kekuatan alias memble.
    Makanya mari kita bangkit, agar negeri jiran itu mingkem.
    Sayangnya, rakyat kita banyak yang jadi TKI disitu dengan cara yang melanggar hukum. Wah wah wah.
    Infonya menarik.
    Terima kasih, salam hangat dari Surabaya

      ikiakukok said:
      September 30, 2009 at 7:23 am

      dan TKI disana cuma jadi PRT ataupun pekerja biasa aja. makanya mereka menganggap kita remeh.
      sayang…

      Afif responded:
      September 30, 2009 at 11:13 am

      Betul pakde, disitulah kelemahan masyarakat kita.. terlalu tergiur thd iming2, pdhal ilegal.. Mw tdk mw, harkat & martabat kita jd dipertaruhkan..

    ikiakukok said:
    September 30, 2009 at 7:25 am

    nggak punya jati diri mereka.
    ayo kita yang berjati diri ini merawat dan melestarikan apa yang kita punya! jangan sampai digunakan pihak lain yang mengambil keuntungan dari kelalaian kita sendiri.

      Afif responded:
      September 30, 2009 at 11:28 am

      Mari sama2 kita menjaga harga diri bangsa ini mas🙂 Trms sdh brkunjung

    shalimow.com said:
    October 1, 2009 at 4:17 am

    apa kabar?
    iih ngrasani malingsia ya
    thanks ya

      Afif responded:
      October 3, 2009 at 12:04 am

      baik mas shalimow…. dah lama g main k blog mas
      sama2🙂

    bundadontworry said:
    October 5, 2009 at 4:30 am

    Info yg menarik, Mas Afif.
    seharusnya agar kita tdk selalu diremehkan oleh tetangga, ya kitalah yg berusaha utk meningkatkan ketrampilan diri, jangan hanya sebagai PRT di negeri jiran tsb.
    Itu salah satu faktor yg membuat mereka meremahkan kita.
    Salam.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s