Kaya Mana, Mana Kaya?

Posted on Updated on

Dari sisi pendapatan per kapita, GNP Malaysia US$ 13.740 dan Indonesia US$ 3.830
Kontroversi tari Pendet menimbulkan hubungan Indonesia – Malaysia memanas. Pemberitaan media dan perbincangan hangat di banyak milis pun berkembang ke isu-isu lain, seperti Tenaga Kerja Indonesia yang memburu pekerjaan hingga ke negeri jiran.

Membandingkan Potensi Kekayaan Indonesia dan Malaysia

Media Malaysia menyebutkan, puluhan ribu TKI menyeberang ke Malaysia memburu pekerjaan karena negeri ini jauh lebih makmur ketimbang Indonesia.

Membandingkan Potensi Kekayaan Indonesia dan Malaysia

Lantas bagaimana sesungguhnya kondisi ekonomi Indonesia dibandingkan dengan Malaysia.

Untuk melihat kemakmuran kedua negara, banyak kalangan biasanya menggunakan ukuran pendapatan kotor per kapita (GNP) sebuah negara. Di sini bisa dibandingkan GNP antara Indonesia dengan Malaysia.

Jika mengacu pada data World Development Indicators database yang dirilis oleh Bank Dunia pada 1 Juli 2009, Malaysia berada di urutan ke 79 dengan GNP per kapita sebesar US$ 13.740 per tahun.

Sedangkan, Indonesia berada di urutan ke 146 dengan GNP per kapita sebesar US$ 3.830 per tahun. Itu setara dengan Rp 38 jutaan per tahun.

Itu berarti GNP per kapita Malaysia 3,5 kali lipat lebih tinggi dibandingkan dengan Indonesia. Artinya, penduduk Malaysia yang populasinya jauh lebih rendah dibandingkan dengan Indonesia secara rata-rata lebih makmur dari Indonesia.

Populasi Malaysia pada 2008 sekitar 25 juta orang. Sedangkan jumlah penduduk Indonesia 240 jutaan orang atau 10 kali lipat dibandingkan penduduk Malaysia.

Namun, jika membandingkan seberapa besar volume ekonominya secara nasional, Indonesia jauh lebih besar dibandingkan Malaysia. Artinya, dilihat dari sisi kekuatan ekonomi, Indonesia jauh lebih berpengaruh dibandingkan Malaysia.

Menurut data World Development Indicators database 2008 yang dirilis Bank Dunia pada 1 Juli 2009, dilihat dari sisi produk domestik bruto (PDB), Indonesia jauh lebih kaya ketimbang Malaysia. Indonesia berada di urutan ke-19 mengalahkan negara-negara maju seperti Belgia, Swiss, Swedia, Norwegia, Denmark dan Arab Saudi.

Indonesia berada di bawah China, India, Australia dan Meksiko. Total PDB Indonesia berdasarkan data Bank Dunia sebesar US$ 514 miliar atau sekitar Rp 5000 triliunan.

Dengan PDB sebesar itu, Indonesia adalah negara dengan kekuatan ekonomi terbesar di Asia Tenggara. Karena itu, Indonesia satu-satunya negara yang mewakili Asia Tenggara dalam forum G-20, kumpulan 20 negara dengan kekuatan ekonomi terbesar di dunia. Selain Indonesia, di sini ada pula Amerika Serikat, Inggris, Jerman, Jepang, China, India, Rusia hingga Australia.

Sedangkan, kekuatan ekonomi Malaysia jauh berada di bawah Indonesia. Bahkan, Malaysia juga kalah oleh Thailand, Afrika Selatan, Israel dan Nigeria sekalipun. Malaysia berada di urutan ke 42 dengan total PDB sebesar US$ 194 miliar atau hampir Rp 2000 triliunan. Artinya, kue ekonomi nasional Malaysia tidak sampai separuhnya ekonomi Indonesia.

Dengan pertumbuhan ekonomi rata-rata minimal 7 persen per tahun, Indonesia diharapkan bisa mendongkrak pendapatan per kapita masyarakat.

Tak mengherankan, lembaga keuangan dunia seperti PricewaterhouseCoopers memperkirakan Indonesia bakal menjadi kekuatan ekonomi baru dunia bersama Brazil, Meksiko, Turki dan Rusia. Ekonomi Indonesia bakal jauh lebih maju dengan pendapatan per kapita berkali lipat. Jadi, mengapa musti tunduk dengan Malaysia?

*Artikel ini tidak bermaksud untuk memusuhi malaysia tapi untuk memotivasi sekaligus mengingatkan bahwa pada dasarnya kita adalah bangsa yang besar!

http://indocashregister.com

14 thoughts on “Kaya Mana, Mana Kaya?

    Zulhaq said:
    October 8, 2009 at 6:13 pm

    yah, semoga negeri segera pulih aja lah. dan semoga kondisi ekonominya semakin membaik

      Afif responded:
      October 9, 2009 at 2:41 pm

      amin mas zul.. semoga aja.. perlahan tapi pasti🙂

    alamendah said:
    October 8, 2009 at 10:40 pm

    (maaf) izin mengamankan KEDUA dulu. Boleh kan?!
    Yang kaya adalah yang lebih sering bersyukur, Bro!

      Dangstars said:
      October 9, 2009 at 12:53 am

      Yang kaya yang punya segalanya…Bro

      Afif responded:
      October 9, 2009 at 2:42 pm

      yg bersyukur akan makin kaya raya mas alam🙂

    Badruz said:
    October 9, 2009 at 1:44 am

    Indonesia kaya akan budaya, itu sajatidak bisa di hargai dengan uang. suatu saau Indonesia aka menajdi kiblat banyak negara di dunia. Amien.

      Afif responded:
      October 9, 2009 at 2:46 pm

      Ya, banyak pakar yg memprediksikan sprti itu.. cikal bakal kekuatan ekonomi dunia terbesar..🙂

    nakjaDimande said:
    October 9, 2009 at 1:14 pm

    nah potensi kita banyak ya afif.. ayooo semangat..!!!

      Afif responded:
      October 9, 2009 at 2:50 pm

      Ayo bundo ku jg… smangatlah dlm hidup berbangsa & bernegara !!🙂

    arifin said:
    October 10, 2009 at 9:05 am

    potensi yang berlimpah kadang membuat kita lengah dan lemah.

      Afif responded:
      October 11, 2009 at 1:31 am

      ya, sering terlena kita mas arifin🙂

    pakacil said:
    October 10, 2009 at 12:45 pm

    yg saya tak bisa bayangkan, negeri ini konon tingkat korupsinya juga parah, tapi kok ya ndak bangkrut-bangkrut… ckckck.. benar² kaya memang negeri ini rupanya🙂

      Afif responded:
      October 11, 2009 at 1:43 am

      baru tahu mas? kan ada lagunya.. org bilang tanah kita, tanah surga.. tongkat kayu bs diubah jd tanaman:mrgreen:

    Deka said:
    November 6, 2009 at 8:53 am

    Negara kita memang punya potensi besar tapi sayangnya tidak semua potensi itu bisa dimanfaatkan dengan optimal, baik secara struktural maupun terorganisir (ala). heheh

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s