SBY dan Perubahan Iklim

Posted on Updated on

Hari demi hari telah terlewati.. sepertinya udara terasa semakin panas saja, apalagi tepat pada saat matahari berada tegak lurus dengan kepala:) Buset dah, terik panas matahari makin menjadi & menyengat ketika tiba-tiba saja jalanan mendadak macet apalagi ketika anda sedang berada di angkutan umum (beli motor dong! mana duitnya boss.. :mrgreen:). Beginilah rumitnya jadi seorang MAPAN [mahasiswa pas-pasan:D]

Sebuah riset dari lembaga survey Syvonate menyatakan, 15 persen masyarakat Asia berharap kepemimpinan SBY dalam menangani perubahan iklim dunia. SBY menempati urutan ke-2 diantara pemimpin dunia. Ia hanya kalah pamor dengan presiden AS, Barrack Obama. Riset yang didukung oleh organisasi lingkungan seperti WWF dan Green Peace itu menunjukkan besarnya harapan orang pada presiden kita untuk mempertahankan bumi, supaya tetapa layak huni buat manusia.

Dunia sekarang sedang berperang melawan perubahan iklim. Kenaikan suhu lebih dari 2 derajat C dibanding sebelum revolusi industri diperkirakan akan membaawa konsekuensi yang sangat parah.

Antara lain :

  1. Kekeringan akan melanda 3 milliar penduduk dunia.
  2. Sebanyak 1 milliar orang harus diungsikan.
  3. 30% spesies hewan dan tanaman akan punah [ tanya saja sama mas Alamendah๐Ÿ˜€ ]
  4. GDP (Gross Domestic Product ) akan turun sampai 20 persen.

Itu sebabnya warga dunia kini sadar untuk bersama-sama mengerem laju naiknya temperatur bumi. Emisi gas rumah kaca penyebab kenaikan suhu itu, harus dikendalikan. Konsentrasi gas rumah kaca di atmosfer tidak boleh melampaui 490 ppm setara CO2, supaya kenaikan suhu masih dalam batas toleransi. Menumpuknya gas rumah kaca itu terjadi karena industrialisasi yang umumnya berbasis carbon. Pabrik-pabrik, sarana transportasi dan pembangkit listrik berbahan minyak atau batu bara menjadiย  sumber utama emisi carbon. Menurut para ahli, diperkirakan 70 persen dari gas rumah kaca yang ada di atmosfer berasal dari negara maju yang telah memulai industrialisasi satu abad yang lalu [zaman Hittler kali ya :D].

Sebuah kontradiksi yang nyata[ halah:mrgreen:] Inilah yang menyulitkan tidakan kolektif dari bangsa-bangsa. Negara maju umumnya berkonsentrasi pada gagasan mengurangi percepatan emisi carbon ke atmosfer. Sedangkan negara berkembang, seperti kita Indonesia berpandangan perlu adanya jatah penggunaan atmosfer sebagai tempat penampungan gas rumah kaca [ serba salah memang.. :)]. Atas dasar perbedaan pandangan ini, maka PBB meminta negara Annex I (negara maju) untik menurunkan emisi sebesar 25-40 persen, tapi apalah daya mereka hanya mau menurunkan 8-14 persen [tak mau rugi juga dia :)]. Indonesia sendiri memang bukan negara Annex I, tapi dengan forum G-20 yang baru selesai pertemuan di Pittsburgh, SBY punya akses luas dengan para pemimpin negara Annex I sehingga suaranya mungkin didengar disana. Dan sebagai negara berkembang, Indonesia bisa merasakan hasrat negara negara non Annex I untuk memajukan ekonominya, meski harus membuang emisi carbonnya. SBY dapat menjadi penghubung efektif untuk mengajarkan atau mencari ramuan yang pas untuk adaptasi perubahan lingkungan..[ayo, pak guru :)]

Meskipun Industrialisasi di Indonesia belum seintensif di Amerika Serikat, Jepang atau Eropa, namun emisi carbon Indonesia menempati urutan ke-3 di dunia..[Pntesan kulit ini sepertinya makin coklat ajah :mrgreen:]. Total emisi Indonesia saat ini 2,8 milliar ton setara CO2, dan 2,4 milliar ton dari jumlah itu disumbang dari sektor kehutanan dan konversi lahan gambut. Aritinya, 85 persen emisi karbon Indonesia berasal dari buruknya PENGELOLAAN HUTAN! Kalau SBY dapat membenahi 2 faktor ini saja (Kehutanaan & Lahan Gambut), berarti SBY dan negara kita khususnya dapat menyelamatkan dunia dari pengotoran atmosfer yang membahayakan umat manusia… [dunia coy.. :mrgreen:].

MARI, save our forest !!!

jdv1216258605s
entah darimana sumbernya wallpaper ini๐Ÿ™‚

Sumber : Bermacam-macam sumber

19 thoughts on “SBY dan Perubahan Iklim

    nakjaDimande said:
    October 19, 2009 at 1:11 pm

    Bundo setuju..!!! ikut dukung pelestarian Lingkungan Hidup dengan cara sekecil apapun yang kita bisa.. kemarin baru belajar bikin Lubang Resapan Biopori, juga dukung pemakaian reusable bag untuk belanja.. masih banyak hal kecil yang bisa kita lakukan untuk menjaga bumi indah yang sudah di hadiahkan Allah SWT untuk kita bersama..

      Afif responded:
      October 19, 2009 at 1:50 pm

      wah, lubang resapan biopori? seperti apa itu bundo??maklumlah anakmu ini…๐Ÿ˜€

    plasaBooks said:
    October 19, 2009 at 6:00 pm

    Semakin panasnya cuaca di muka bumi ini, semakin banyak pula yang mengeluhkan cuaca tersebut. Kenapa ya sedikit sekali orang yang bersyukur? [positif thinking :D]

    ngomong-ngomong, akhir-akhir ini jadwal kuliah mayoritas siang hari. jadi disaat panas-panas, masih ada penyejuk ruangan. tapi bawaannya ngantuk ajah ne,๐Ÿ˜›

      Afif responded:
      October 20, 2009 at 1:23 pm

      ngantuk? tergantung sikon nya juga sih mas… tergantung cara ngajar dosennya sama keadaan perut, kl baru hbis makan ya ngantukk..:mrgreen:

    bundadontworry said:
    October 20, 2009 at 11:29 am

    sangat setuju dengan gerakan pelestarian lingkungan hidup, karena kita harus bersahabat dengan alam.
    Sekarang bunda alhamdulillah, sudah mempraktikkan belanja dengan menggunakan tas kain yg bisa dipakai berulang, dibanding kantong plastik, juga menanam pohon di halaman rumah, juga membuat lubang resapan.
    Salam.

      Afif responded:
      October 20, 2009 at 1:29 pm

      Yup, mantap bunda.. andai semua ibu2 indonesia sprti bunda.. peduli thd lingkungan๐Ÿ˜€

    etawamulya said:
    October 24, 2009 at 1:01 pm

    saat kita memperhatikan minimal lingkungan kita

    Desri Susilawani said:
    October 29, 2009 at 1:16 pm

    hallow afif…maaf baru berkunjung lagi, kehilangan jejakmu dik, data komenku menghilang (ga ke backup)….seandainya afif tahu apa yang terjadi di pulau bangka sana…..sedih sekali melihat kondisi hutan yang sudah mulai menghilang diganti dengan lubang-lubang menganga bekas galian timah. hal menjadi dilema bagi pemda setempat. jika dihentikan pencarian timah maka angka penganguran akan melonjak tajam

      Afif responded:
      November 2, 2009 at 11:14 pm

      waa gpp mbak, asalkan jgn lupa ingatan untuk main ke sini…๐Ÿ˜€
      Saya tahu kok mbak kl di pulang bangka sana, terjadi eksploitasi SDA yg brlebihan tanpa memprhatikan alam sekitar. Serba salah memang kalau semua itu dihubungkan dg ekonomi sosial. Tp pasti ada solusinya…๐Ÿ™‚

        Desri Susilawani said:
        November 4, 2009 at 11:10 am

        waya…afiiiiff! teteh jadi kepikiran nulis artikel tentang pulau bangka niy…minta ijin ngopek info dari artikel afif boleh?

          Desri Susilawani said:
          November 5, 2009 at 10:53 pm

          fif…dah teteh sedot dan dimasukkan ke artikel teteh denga judul pulau timah tersayang, jangan tenggelam. makasih ya fif ….

            Afif responded:
            November 6, 2009 at 10:14 am

            lgsung ke TKP teh..

            Afif responded:
            November 6, 2009 at 2:55 pm

            ya sama2 teh..

    ali febriyanto said:
    November 1, 2009 at 1:31 am

    terlalu banyak hutan yang hilang di Indonesia

    ali febriyanto said:
    November 1, 2009 at 1:32 am

    karanganyar yang di peta masih tulisan hutan pinus aja sekarang udah agak panas
    Kunjungan di hari minggu ^_^
    Febri si Raja Komentar

      Afif responded:
      November 2, 2009 at 11:08 pm

      oke de mas Febri, nanti saya bw ke rumah situ.. thnks udah berkunjung ke sini๐Ÿ™‚

    Rakyat Biasa said:
    November 6, 2009 at 5:34 pm

    Sampaikan ungkapan cinta, keluh kesah, kritik, dan saran anda untuk pemimpin kita

    http://www.facebook.com/pages/Presiden-Indonesia/204016290557

      Afif responded:
      November 7, 2009 at 1:14 am

      ok mas.. nanti sya cek di fb.. makasi ya:)

      Afif responded:
      November 7, 2009 at 1:14 am

      ok mas.. nanti sya cek di fb.. makasi ya:)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s