Misteri Cahaya (part 1)

Posted on Updated on

cahayaNya

Albert Einsten mengatakan bahwa Cahaya itu ABSOLUT sedangkan Ruang dan Waktu itu RELATIF. Dan Kecepatan bergerak suatu benda yang paling cepat yang ada di muka bumi adalah Cahaya.  Menurut Einstein, tidak ada yang lebih cepat daripada Cahaya. Kalau masih ingat dengan pelajaran fisika kecepatan Cahaya itu berkisar 300.000 km/detik🙂 Sehingga jika ada sebuah benda yang bergerak lebih cepat dari pada Cahaya maka benda itu seolah-olah akan menghilang, seolah-olah tak pernah berwujud di muka Bumi, tapi ada.

Berdasarkan Rumus Albert Einstein tentang hubungan antara waktu, massa benda, dan kecepatan, maka dimisalkan jika ada seorang Astronot dalam sebuah Roket meluncur dengan kecepatan mendekati Cahaya, dalam kasus ini kita anggap kecepatan roket 0,8C dimana C = 300.000 km/detik, sehingga kecepatan Roket tersebut adalah 0,8 x 300.000 km/detik = 240.000 km/detik. Sehingga setelah 30 tahun waktu berlalu di dalam roket, ternyata sama dengan 50 tahun selang waktu di Bumi. (30=50 boi..😀 )

Artinya, kalau Astronot itu berusia 30 tahun, lalu berekspidisi keluar angkasa selama 30 tahun, dan kembali ke bumi lagi, maka sesampainya di Bumi usianya sudah mencapai 80 tahun sebagaimana teman-teman sebayanya telah mencapai usia 80 tahun, namun secara fisik si Astronot baru berusia 60 tahun. Kesimpulannya, dapat dikatakan secara sederhana, bahwa jika ada manusia yang bergerak mendekati kecepatan cahaya maka ia akan awet muda. Tapi mana ada boi?:)

Dan jika Astronot itu meluncur bersama roketnya dengan kecepatan yang SAMA dengan kecepatan Cahaya, atau melebihi kecepatan Cahaya, maka nilai WAKTU di bumi menjadi tak terdefinisi, artinya nilai WAKTU diserahkan penuh kepada ALLAH SWT, atau mudahnya saja bahwa Astronot tersebut sudah tidak lagi terikat dengan Ruang dan Waktu. Menghilang, tapi ada…

Dalam Q.S. 24: 35 difirmankan “..Allah membimbing kepada Cahaya-Nya siapa yang Dia kehendaki..”. Subhanallah, ternyata Allah pun mengistilahkan nilai-nilai kebenaran dengan istilah “Cahaya”-Nya. Kalau Einstein mengatakan bahwa Cahaya itu sifatnya Absolut, maka Cahaya Allah itu Maha Absolut, jauh sekali dari sifat relatif. Dan kalaulah kecepatan Cahaya itu mencapai 300.000 km/detik, maka kecepatan Cahaya Allah pastilah takkan tercapai dalam bayangan manusia. Dan kalaulah untuk menjadi “awet muda” itu harus bergerak mendekati kecepatan Cahaya, maka untuk “Tetap Muda (bukan sekedar awet muda, tapi tetap muda)” kita harus bergerak mendekati kecepatan Cahaya Allah. Namun, Bisakah?

Bersambung….. ke Misteri Cahaya 2

13 thoughts on “Misteri Cahaya (part 1)

    KangBoed said:
    January 17, 2010 at 11:01 am

    pertamaaaaaaaaaaaaaaaxxzz

      KangBoed said:
      January 17, 2010 at 11:01 am

      hehehehe dah lama gak kebagian pertamaaaaxxzz

        Afif responded:
        January 17, 2010 at 10:41 pm

        hehe, saia juga jarang update kang..🙂

    KangBoed said:
    January 17, 2010 at 11:02 am

    Waaaaaaaaaah beraaat eeeyyyyy pokoke TOP BGT

    nakjaDimande said:
    January 17, 2010 at 3:59 pm

    mantap Afif! Cahaya itu..
    Demi matahari dan sinarnya di pagi hari
    Demi malam apabila ia menutupi.

      Afif responded:
      January 17, 2010 at 10:43 pm

      berkomentar sambil berpuisi.. itu yg saia tidak bisa🙂

        Desri Susilawani said:
        January 17, 2010 at 11:29 pm

        susah mau bertanding sama Bundo…mending berguru aja lah sama Buncay itu

          Afif responded:
          January 18, 2010 at 11:05 am

          haha, buncay siapa lg tuh teh??🙂

    Desri Susilawani said:
    January 17, 2010 at 11:28 pm

    Subhanallah….betapa banyak ilmu yang tak sanggup dimengerti oleh otak manusiaku…

      Afif responded:
      January 19, 2010 at 10:38 am

      bkn tak dimengerti teh, tp blm brusaha utk mengerti🙂

    iiN said:
    January 30, 2010 at 11:28 am

    simple tapi BERAT nih kayany….🙂

      Afif responded:
      February 21, 2010 at 1:26 am

      seberat apakah, mbak iin??hehe🙂

    yahya said:
    April 30, 2010 at 6:55 pm

    Semua itu kn diciptakan oleh Allah.. maka sangat jauh dari perhitungan manusia… tp itu tidak dan sangat tidak penting untuk diperhitungkan/dibahas.. sebab yg terpenting adalah Kasihnya yg tak terbatas..
    semua diciptakan berdasarkan Firman yg penuh kasih..
    dan Firman itu tidak mati.. melainkan hidup abadi. Dialah yang Awal dan Yang Akhir (Alfa dan Omega).
    carilah Hal ini, maka akan mendapatkan apa yg sebenarnya kita cari, dan apa tujuan Hidup kita.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s