Fakta Kopi

Posted on Updated on

nikmatnya ngopi

Kopi!! Kayaknya tidak akan lengkap memulai hari ini tanpa nyeruput yang namanya kopi. Kopi bukan lagi sebagai minuman penghilang rasa kantuk, namun sudah menjelma menjadi sebuah gaya hidup. Dari sopir, buruh, petani, pegawai kantoran, sampe mahasiswa berhenti bekerja (aktifitas) sesaat karena ingin ngopi. Ibu-ibu rumah tangga juga kalau kedatangan tamu seperti tukang sevice AC, potong rumput, atau cleaning service pasti menawarkan kopi..😀 Bahkan almarhum penyanyi kondang Mbah Surip makan nasi minumnya juga kopi. Dari sinilah, dimana-mana mulai menjamur kedai-kedai kopi ternama. Selain itu, produksi kopi mulai dijual dengan sachet yang sangat praktis. Tinggal dituang oleh air panas, maka jadilah minuman yang suedep untuk memulai/melanjutkan kembali aktifitas.

Biar gak dibilang, “cuma bisa minum doang”… Tidak ada salahnya kita ketahui sejarah dan beberapa fakta unik tentang kopi :

  • Kopi yang tiap hari kita minum ternyata memiliki sejarah panjang. Sejarah kopi diawali dari cerita seorang penggembala kambing Abessynia (sekarang namanya Ethiopia) yang menemukan tumbuhan kopi sewaktu ia menggembala, kira-kira sekitar abad ke-9 masehi. Dari sana lalu menyebar ke daratan Mesir dan Yaman, dan kemudian pada abad 15 menjangkau lebih luas lagi ke Persia , Mesir, Turki dan Afrika utara. Namun ada yang mengatakan sejarah kopi ini berawal dari Abessynia juga, tapi lain cerita, di mana Ali al-Shadili yang gemar meminum sari biji kopi untuk membuatnya tetap terjaga demi menjalankan shalat malam. Dari sinilah akhirnya khasiat kopi menyebar sebagai penghilang kantuk. <wikipwedia>
  • kopi luwak

    Mungkin kopi yang paling unik dan paling enak rasanya adalah kopi luwak. Konon kabarnya kopi yang asli dari Indonesia ini diperoleh dengan cara unik: biji kopinya diambil dari kotoran luwak –binatang sejenis kucing liar. Padahal kopi ini dihasilkan dari tanaman kopi biasa, hanya buah kopi yang sudah matang di pohonnya itu dimakan luwak. Yang menyebabkannya istimewa adalah insting luwak yang hanya memilih buah kopi terbaik untuk dimakan. Selain itu karena produksinya sangat sedikit dan rasanya selangit, maka harganya pun naudzubilah mahal nian. Bayangkan, harganya US$ 300 sampai US$ 600 per kilogram! Namun, tahukah Anda, ternyata kopi luwak itu keberadaannya saat ini sudah tidak eksis lagi. Ada banyak faktor, mulai dari berkurangnya lahan tanaman kopi hingga semakin berkurangnya satwa luwak di alam liar. Untuk itu, Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia (PPKKI) berupaya meningkatkan produksi kopi luwak dengan menangkarkan kembali luwak yang akan disebar di kebun percobaan Andungsari, Kabupaten Bondowoso. <sumber : kaskus.us>

  • Kopi ternyata tidak begitu saja menjadi salah satu minuman favorit dunia yang digemari. Awalnya di Italia, pendeta-pendeta melarang umatnya minum kopi dan menyatakan bahwa minuman kopi tersebut dimasukkan sultan-sultan muslim untuk menggantikan anggur. Bukan hanya melarang tetapi juga menghukum orang-orang yang minum kopi. Tidak hanya di Italia, di tahun 1656, Wazir dan Kofri, Kerajaan Usmaniyah, mengeluarkan larangan untuk membuka kedai-kedai kopi. Bukan hanya melarang kopi, tetapi menghukum orang-orang yang minum kopi dengan hukuman cambuk pada pelanggaran pertama. Di Swedia, konon Raja Gustaff II pernah menjatuhkan hukuman terhadap dua orang saudara kembar. Yang satu hanya diizinkan meminum kopi dan yang satu lagi diizinkan hanya nyeruput teh. Siapa yang terlebih dahulu mati, maka dialah yang bersalah dalam satu tindak pidana yang dituduhkan terhadap mereka. Ternyata yang mati duluan adalah peminum teh pada usia 83 tahun. Gara-gara itulah, masyarakat Swedia menjadi sangat tergila-gila dengan kopi, bahkan paling fanatik di dunia. Sehingga sampai sekarang negara-negara Skandinavia kini peminum kopi tertinggi per-kapita sedunia. Setiap orang bisa menghabiskan 12 kg per-tahun. <Sumber:Wikipedia>
  • Dulu awalnya, Indonesia merupakan pengekspor kopi terbesar dan terbaik di dunia. Dan tahukah Anda, hal itu terjadi sebelum tahun 1880-an, dimana pada tahun tersebut terjadi wabah hama karat daun yang memusnahkan kopi arabika yang ditanam di bawah ketinggian 1 km di atas permukaan laut, dari Sri Lanka hingga Timor. Brasil dan Kolombia akhirnya mengambil alih peran sebagai eksportir kopi arabika terbesar, sampai kini. Dan pada masa jaya itu, industri kopi di Jawa pernah berpameran di AS untuk memperkenalkan kopi, sehingga publik AS mulai mengenal kopi dan menjuluki minuman itu dengan nama Java. <Sumber: Koran kompas>

Gambar diambil di dari sini dan situ

polytechnic full education website competition 2010

22 thoughts on “Fakta Kopi

    alamendah said:
    March 27, 2010 at 11:32 am

    (maaf) izin mengamankan PERTAMA dulu. Boleh kan?!

    Saya sudah lama sekali gak minum kopi, padahal dulu termasuk penghobi minum kopi….

    Jangan lupa untuk ikut ambil bagian dalam “Earth Hour” malam ini. Cukup mematikan lampu dan peralatan listrik (termasuk BERHENTI NGEBLOG) selama 1 jam mulai pukul 20.30. Mari; ubah dunia dalam satu jam

    Hesra said:
    March 27, 2010 at 1:02 pm

    alegro…
    aku suka kopi itu🙂

    mari ngopi, berapa gula yang kau butuh? biar kubantu🙂
    aku?
    oh, trims. aku plain saja, no sugar🙂
    (anggap kita berdialog)

    salam
    hesra

      Afif logicprobe10 responded:
      March 28, 2010 at 2:17 pm

      ya ya ya, secukupnya saja saya.. trims atas kunjungannya mbak hesra😀

    bundadontworry said:
    March 28, 2010 at 4:13 am

    lho, malah yg sudah bekas dimakan sama luwak, malah mahal ya harganya.
    salam

      Afif logicprobe10 responded:
      March 28, 2010 at 2:20 pm

      emang aneh si bun.. tp bgitulah kenyataanya🙂

    FiyaFiya said:
    March 29, 2010 at 7:14 am

    Mlekum..
    aku datannggg berkunjung balikk

    sering2 maen d rmyku ya

    mm,
    aq suka kopi. BANGET, satu keluarga doyn kopi smua

      Afif logicprobe10 responded:
      March 29, 2010 at 7:37 am

      walaykmslm.. oke, sering2 kesini juga.. salam kenal🙂

    Shafiqah Treest said:
    March 30, 2010 at 3:43 pm

    salam kenal …
    kunjungan balik niy …

    ^_^

    sabai95 said:
    March 30, 2010 at 5:06 pm

    i love coffee… cuman masih penasaran sama rasa kopi luwak yg orisinil!

    wi3nd said:
    March 31, 2010 at 10:28 am

    aku nda n9upi😀

    kikakirana said:
    April 2, 2010 at 9:10 am

    numpang baca, menambah pengetahuan sambil ngopi😀

    HIDUP!!! ^_^

    Asop said:
    April 6, 2010 at 1:49 am

    Ya, kopi luwak emang kayak gitu.😀
    Yup, memulai hari rasanya kurang lengkap kkalo ga nyeruput kopi. Setidaknya, saya minum susu dulu sebelum minum kopi, biar kalsium yang terserap akibat kandungan kaffein bisa tergantikan.😆
    Sekarang kedudukan kopi Brazil mulai menyusul kopi Arabika dan Robusta dari Indonesia….😦

    Deka said:
    April 26, 2010 at 2:50 pm

    Wah buat saya sendiri sehari saja gak ngopi, hidup terasa hambar banget deh, maklum saya pengobi berat. btw saya belum pernah deh perasaan minum kopi luwak, kurang tahu rasanya gimana.

    Djun said:
    April 27, 2010 at 5:41 am

    heee…he..jadi tau info lain kopi…
    makasih banyak…laen kalo ke sini lagi ah…

    can said:
    May 4, 2010 at 1:45 am

    ne ada kopi luwak arabika sidikalang… yg mw nyeruput luwaknya eh kopi nya, bisa datang ketempat ane…

      can said:
      May 4, 2010 at 1:56 am

      berminat? hubungin aja ke ican 081328678987.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s