Internet untuk Industri Kreatif Pedesaan

Posted on Updated on

Teknologi informasi yang paling digemari abad ini, salah satunya adalah internet. Siapa yang tidak kenal internet? Sebuah teknologi informasi mutakhir saat ini yang dapat digunakan untuk berbagai aktivitas manusia dan dapat digunakan oleh siapa saja. Tua-muda, pria-wanita, semuanya bisa menggunakannya dimana saja kapan saja. Satu kelebihan yang tidak dimiliki teknologi informasi lainnya, seperti TV, radio dan koran yaitu sistem komunikasi yang bersifat 2 arah (duplex). Kita bisa menerima dan menyebarkan informasi. Dan negara kita adalah salah satu pengguna internet terbesar di dunia. Dengan jumlah penduduk yang terbilang banyak, budaya masyarakat kita telah bertransformasi menjadi masyarakat informasi. Tapi sangat disayangkan, belum semuanya masyarakat Indonesia bisa menikmati teknologi informasi ini. Hal ini disebabkan ketidakmerataannya penyebaran fasilitas pendukung internet. Ada sebuah gap yang menyebabkan kepincangan antara penggunaan internet pada masyarakat Kota dan Desa.

Saya pernah iseng-iseng melakukan survey terhadap peredaran jumlah warnet di kecamatan Leuwiliang, Bogor. Total warnet disana cuma 6 (September 2009), dan itu semua berada persis di pinggir jalan Raya Leuwiliang-Bogor di sekitar pasar leuwiliang. Padahal ada banyak desa yang jaraknya bisa sampai 25 km dari jalan raya tersebut. Misalnya saja, kampung Cengal tempat tinggal kakek saya yang  terletak di lereng gunung. Jarak tempuh dari lokasi warnet yang ada kira-kira memakan waktu 25 menit jika menggunakan sepeda motor. Praktis, sebuah keterbatasan ini membuat masyarakat desa minim akan pengetahuan dunia internet. Jangankan untuk memikirkan internet, untuk menggunakan listrik saja mereka gunakan seperlunya saja, seperti lampu, pompa air dan televisi. Sekolah-sekolah yang berada di desa pun belum mengenal Lab komputer yang terhubung jaringan internet.

Padahal banyak sekali sumber potensi industri kreatif dari pedesaan yang sangat diminati oleh masyarakat luas apalagi mancanegara, meskipun yang berasal dari kota tidak bisa dikesampingkan. Coba saja Anda hitung  berapa banyak  kreatifitas dari budaya Indonesia yang terlahir dari seluruh pedesaan di nusantara. Jika semua industri yang ada di pedesaan itu belajar dari teknologi informasi seperti internet, dan menyalurkannya kembali ke dunia internet akan secara tidak langsung mengembangkan industri kecil yang ada di pedesaan.

Ada baiknya pemerintah membuat sebuah terobosan berupa pengenalan iptek terlebih dahulu khususnya teknologi informasi internet untuk masyarakat pedesaan seperti :

  • Mengadakan workshop kilat tentang komputer
  • Pelatihan mengenai internet ( cara membuat email, blog, atau memasarkan produk ) dan Multimedia ( membuat iklan )
  • Mendatangkan para investor
  • Turut membantu mempublikasikan produk-produk mereka dalam seminar-seminar atau pameran.

Atau kalau mau lebih baik lagi, ada baiknya pemerintah membuat sebuah inovasi teknologi informasi khusus untuk masyarakat pedesaan. Saya pernah membaca sebuah e-book yang dibuat oleh PPI (Persatuan Pelajar Indonesia) Jepang yang isinya berupa teknologi wireless OFDM-based bertenaga Surya.

OFDM (orthogonal frequency division multiplexing) – sebuah teknologi yang paling excellent (setidaknya sampai saat ini) karena dapat mengirimkan jumlah data yang banyak secara bersamaan serta tahan terhadap efek multipath fading (lintas jamak). Hal ini sangat cocok digunakan di daerah pedesaan yang umumnya memiliki tekstur yang tidak rata. Dari OFDM inilah kini kita mengenal berbagai turunan teknologi antara lain seperti Wireless LAN, televisi digital, dan yang terkini dan terhangat yaitu OFDMA atau WiMAX (worldwide interoperability for microwave access) yang kadang orang menyebutnya sebagai teknologi generasi keempat (4G).

Sistem OFDM

Sedangkan untuk energi pensupply sendiri digunakan panel surya. Cahaya matahari adalah sumber besar di pedesaan (dan juga perkotaan), namunnampaknya desa lebih memerlukannya daripada kota karena murah. Walaupun desa sebenarnya punya sumber energi lain seperti air dan angin, namun untuk semacam perangkat teknologi informasi, tenaga surya sepertinya lebih menjanjikan, karena sesuai dengan ukurannya yang kecil dan praktis.

Solar Panel

Solar panel digunakan untuk mengkonversi sinar matahari menjadi energi listrik, disimpan dalam baterai dan kemudian digunakan untuk mengoperasikan router.

Referensi : Majalah INOVASI- ISSN: 0917-8376 -Volume  9/ PPI Jepang

26 thoughts on “Internet untuk Industri Kreatif Pedesaan

    alamendah said:
    April 29, 2010 at 3:47 pm

    (maaf) izin mengamankan PERTAMA dulu. Boleh kan?!
    Di jawa saja masih seperti ini bagaimana dengan luar Jawa?

    alamendah biru said:
    April 29, 2010 at 3:48 pm

    (maaf) izin mengamankan KEDUA dulu. Boleh kan?!
    Semoga semua pihak tergerak untuk memeratakan akses internet.

    didot said:
    April 29, 2010 at 11:14 pm

    coba dipelopori sebagai suatu ladang bisnis baru nih,mantap juga,menolong masyarakat mendapat akses internet,sekaligus bisa dapat tambahan penghasilan🙂

      Afif logicprobe10 responded:
      April 30, 2010 at 11:15 am

      harus ada ygt berani memulai, awalnya mungkin memang terasa berat🙂

    Asop said:
    April 30, 2010 at 1:30 am

    Wow, ide yang bagus.🙂

      Afif logicprobe10 responded:
      April 30, 2010 at 11:20 am

      semoga saja pemerintah mau memperhatikan akses internet di pedesaan🙂

    bundadontworry said:
    April 30, 2010 at 3:43 am

    betapa terbayangkan majunya rakyat dipedesaan kalau sudah melek teknologi.
    Dulu, bunda melihat di australia, petani disana utk memesan bibit dan memasarkan hasil produksinya melalui internet.
    Kapan ya petani kita bisa sejahtera dan canggih seperti petani disana ? *menghayalmodeon*
    salam

      Afif logicprobe10 responded:
      April 30, 2010 at 11:22 am

      Ya bunda, di luar negeri bahkan untuk memantau hasil panen saja pake camera yang terhubung wireless LAN🙂 Semoga kita bisa menyusul mereka yah bun..

    nurrahman said:
    April 30, 2010 at 5:50 am

    keren…2 jempol, sampai mbahas ke sisi teknis😀

    kikakirana said:
    April 30, 2010 at 9:20 am

    wuih… sampai terpikirkan seperti ini… gimana caranya supaya ide yang cemerlang seperti ini bisa sampai dibaca oleh orang yang tepat ya kawan…

    jadi nggak cuma jadi ide… tapi bisa terlaksana dan terwujudkan😀

    HIDUP!!! ^_^

      Afif logicprobe10 responded:
      April 30, 2010 at 11:30 am

      Semuanya ada prosesnya.. dan di indonesia proses perubahan ide menuju wujud nyata itu yg lama🙂

    delia4ever said:
    April 30, 2010 at 3:26 pm

    Wahh infonya nya bagus banget mas..
    Mudah2an ada yang bisa merealisasikannya..🙂

    Kalo semua rakyat melek internet.. dan menggunakannya untuk hal2 yang bermanfaat.. tentunya kita bisa lebih baik ya😦

      Afif logicprobe10 responded:
      May 1, 2010 at 2:10 pm

      Iyah, semoga ke depannya bisa lebih baik, bisa melek semuanya🙂

    agoenk70 said:
    May 1, 2010 at 1:11 am

    wuahh klo ini bisa terwujud di indonesia bisa makmur dan sejajtera neh rakyat di pedesaan dan bisa melek teknologi…
    semoga ada yang mau memulainya…

      Afif logicprobe10 responded:
      May 1, 2010 at 2:11 pm

      ya bro, biar tanpa pandang bulu… kita semua punya peluang untuk maju🙂

    cempaka said:
    May 1, 2010 at 1:40 am

    kalo yang kayak beginian.. harus didukung!!!!!!

    semoga pemerintah lebih peka terhadap masalah seperti ini >_<

    saya juga pernah merasakan …. betapa susahnya akses inet… didesa saya… yang dulu sempat saya tingali.. warnet cuma ada satu.. itupun harus menempuh jarak 12 km dari rumah .. hiksss

    Rina said:
    May 1, 2010 at 7:25 am

    Kalau dulu ada Program yang namanya Listrik Masuk Desa, sekarang kayaknya perlu ada program baru Internet masuk Desa
    walaupun itu baru iklan-iklan di TV, realisasinya saya kurang tau..

      Afif logicprobe10 responded:
      May 1, 2010 at 2:19 pm

      wah, ada yah iklannya di TV? maklum saya ndag punya TV di kamar…hehe🙂

    d.e.q said:
    May 1, 2010 at 11:44 am

    Emang ga ada program Internet Masuk Desa, ya? Sayang bgt, padahal dulu ada Koran Masuk Desa. Pas bagiannya internet ko ga masuk desa, ya?

    Afif logicprobe10 responded:
    May 1, 2010 at 2:21 pm

    Bahkan dulu ada Abri Masuk Desa..🙂

    ian abuhanzhalah said:
    May 12, 2010 at 12:38 pm

    postingan yang menarik mas afif..
    nampaknya sumber daya pedesaan harus segera diberdayakan..
    tapi memang selalu saja tersandung berbagai masalah diantaranya ketrebatasan sarana dan dana yang tampaknya menjadi masalah krusial yang seharusnya menjadi bahan pemikiran pemerintah untuk masa mendatang..
    salam

      Afif logicprobe10 responded:
      May 12, 2010 at 11:02 pm

      Semoga pemerintah kita mau memelek-kan matanya ya mas😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s