Terfavorit Belum Tentu Idaman

Posted on Updated on

Bulan Januari-Agustus adalah sebuah fase peralihan, bulan yang sangat menyibukkan para pelajar SMA/SMK/MA yang ingin melanjutkan jenjang pendidikan Perguruan Tinggi. Ujian masuk dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia berjamuran, baik perguruan tinggi negeri maupun swasta. Para pelajar se-Indonesia akan berkompetisi untuk bisa duduk di bangku perkuliahan. Semua pelajar pasti sangat menginginkan dirinya masuk di Perguruan Tinggi Idamannya yang mungkin telah menjadi impiannya sejak kecil untuk menggapai masa depan yang cemerlang.

Perguruan Tinggi idaman? Ya, tentunya setiap orang tidak harus sama dalam menentukannya, karena penilaian ini bersifat subyektif. Tidak semua yang dicap sebagai Perguruan Tinggi Terbaik dan Terfavorit menjadi idaman seseorang. Menurut saya sedikitnya ada beberapa faktor yang bisa menentukan pandangan seseorang dalam menentukan pilihan. Berikut uraian beserta tips sederhana untuk mengatasinya :

Uang Pangkal – Uang pangkal memang selalu menjadi perhatian dibandingkan dengan uang SPP (semesteran). Kisaran uang pangkal bisa jadi menjadi kesan pertama bagi para Calon Mahasiswa terhadap sebuah Perguruan Tinggi:) Bagi tingkat ekonomi menengah kebawah mungkin segalanya akan menjadi pertimbangan.

  • Tips : Disini yang diperlukan adalah sikap optimis dan sadar diri. Carilah informasi sebanyak mungkin mengenai peluang beasiswa atau keringanan biaya yang diberikan oleh Perguruan Tinggi yang akan dituju. Namun jika uang pangkalnya dirasa terlalu memberatkan, maka janganlah dipaksakan karena bisa membawa kita ke dalam keadaan yang lebih sulit.

Jurusan – Tidak semua jurusan di sebuah Perguruan Tinggi diunggulkan. Masing-masing Perguruan Tinggi punya bidang yang mungkin kualitasnya sudah diakui dan tidak diragukan lagi. Ini bisa dilihat dari nilai akreditas yang diberikan Dinas Pendidikan Nasional kepada sebuah jurusan di sebuah Perguruan Tinggi.

  • Tips : Masalah jurusan merupakan persoalan intern karena jurusan adalah masalah hati. Mungkin mulut bisa berucap “YA”, tapi dalam hati siapa yang tahu. Setiap orang dilahirkan dengan potensi yang berbeda-beda. Untuk itu sesuaikanlah kemampuan, minat dan bakat dengan jurusan yang akan dipilih, jangan terbawa pengaruh orang lain apalagi sekedar ikut-ikutan😀 Dan jangan sampai kita salah presepsi terhadap jurusan yang akan dipilih. Misalnya, kepingin masuk jurusan Teknik Kimia tapi kita tidak mau bertemu lagi dengan (anti-fisika), maka sudah dipastikan kita salah jurusan. Oleh sebab itu, ada baiknya kita kenali terlebih dahulu jurusan yang akan dipilih secara mendalam.

Fasilitas Kampus – Fasilitas kampus juga merupakan alat pendukung terciptanya sebuah Perguruan Tinggi yang berkompeten. Saat ini fasilitas juga merupakan daya tarik tersendiri untuk menarik minat masyarakat luas. Bagi yang lebih mementingkan prestise mungkin saja fasilitas jadi pilihan utama.

  • Tips : Jangan mudah terkecoh dengan fasilitas yang digambarkan melalui sebuah media. Jika ingin punya gambaran yang memuaskan mengenai PT yang akan dituju, sebaiknya mencari sumber informasi yang terpercaya. Langsung datang berkunjung ke TKP itu lebih baik!🙂

Prospek Kerja

Setiap Perguruan Tinggi pasti mempunyai Visi dan Misi, salah satunya untuk mencetak Lulusan-lulusan yang kompeten pada bidangnya dan mampu bersaing di dunia kerja.

  • Tips : Jangan terlalu berharap pada iming-iming prospek kerja yang dijanjikan. Orang yang berpeluang mendapat pekerjaan adalah yang mempunyai skill, knowledge dan attitude. Bukan sekedar menang nama almamater.

Negeri atau Swasta? Di zaman globalisasi seperti sekarang ini bukan saatnya lagi kita membanding-bandingkan antara “PTN atau PTS”, karena semuanya sudah dapat dinilai secara global bukan lagi nasional. Diantara perguruan tinggi di Indonesia sudah ada beberapa universitas yang masuk dalam jajaran peringkat 1000 besar universitas terbaik dunia. Bahkan ada beberapa PTS yang world rankingnya mengalahkan PTN. Jadi mengapa takut masuk perguruan tinggi swasta?

Artikel ini untuk mengikuti Lomba Blog Universitas Islam Indonesia (UII)

66 thoughts on “Terfavorit Belum Tentu Idaman

    delia4ever said:
    May 1, 2010 at 4:28 pm

    Yup setuju…
    semua itu kembalin dr kita sebagai mahasiswa..
    Saran diatas sudah cukup mewakilkan

    sukses ya Mas untuk lombanya🙂

      Afif logicprobe10 responded:
      May 4, 2010 at 8:36 am

      Ya mbak del, kapasitas mahasiswa itu sendiri lah yg paling menentukan🙂

    accan said:
    May 1, 2010 at 5:48 pm

    Salam kenal….

    nice post..

    cempaka said:
    May 1, 2010 at 10:40 pm

    yup bener banget mas…..😀 hidup swasta!!!!!!!!!

      Afif logicprobe10 responded:
      May 4, 2010 at 8:53 am

      hehe, kl dulu masuk negeri pasti bilang hidup negeri!🙂

        cempaka said:
        May 5, 2010 at 12:13 am

        heheh.. dulu saya di negri loh… tapi akhirnnya sekarng pilihan saya jatuh di swasta…. *terlanjur cinta sich*** xiiixx

    yoriyuliandra said:
    May 2, 2010 at 3:35 am

    menuntut ilmu itu perintah… gak musti di negeri atau swasta. yang penting ilmu bermanfaat. Tapi alangkah lebih baiknya disesuaikan dengan diri sendiri (kemauan, kemampuan, dll)

    Nice post btw, ni yang dibutuhkan bagi calon mahasiswa🙂

      Afif logicprobe10 responded:
      May 4, 2010 at 8:55 am

      Ya, yg berilmu punya tingkat derajat yg berbeda.. itulah mengapa belajar itu hrs sampai ke liang lahat🙂

    ian said:
    May 2, 2010 at 4:50 am

    sukses untuk lomba blognya kak🙂

    kalo saia dulu memilih tempat kuliah adalah karena dekat dengan tempat tinggal saia, biar ongkos juga jadi makin ramping:mrgreen:

      Afif logicprobe10 responded:
      May 4, 2010 at 8:57 am

      Iya dik, dimana pun kuliahnya sama ajah, yg penting semangatnya🙂

    elmoudy said:
    May 2, 2010 at 7:12 am

    moga jd yg terbaik yaa…
    bener tuh… terfavorit belum tentu idaman.. semuanya tergantung minat dan kemampuan diri…

      Afif logicprobe10 responded:
      May 4, 2010 at 9:00 am

      Ya mas, tergantung kemauan kita dlm memanfaatkn rempat belajar dg sebaik2 nya🙂

    wahyu nurudin said:
    May 3, 2010 at 2:23 am

    jadi pngin pindah kuliah. ah, nggak jadi ah.

    Ismail Agung said:
    May 3, 2010 at 2:58 am

    UUD… ujung-ujungnya dana..

    kenapa sih harus selalu “berpeluang mendapat pekerjaan?”

    ini cukup mempengaruhi pikiran saya klo menjadi mahasiswa itu adalah untuk menjadi pekerja. apa bedanya dengan lulusan SMK yang sedari Remaja sudah diarahkan ke sana.

    kenapa nggak si Perguruan Tinggi menerapkan suatu program khusus misal Entrepreneurship dimana mencoba mengembangkan ide si mahasiswa untuk berwirausaha.

    Apakah itu bersifat profit self atau profit sosial.

    numpang komentar ya kang.
    terima kasih.

      Afif logicprobe10 responded:
      May 4, 2010 at 9:10 am

      ya, begitulah kenyataannya kang, pendidikan di negara kita terkesan lebih dibisniskan. Setahu saya program untuk seperti itu sudah dilaksanakan oleh Dikti, ada : PKMT(Teknologi Terapan), PKMP(Penelitian), dan PKMK (Kewirausahaan). Kalau proposal tembus, semuanya dibiayai oleh Dikti🙂

    Masdin said:
    May 3, 2010 at 4:57 am

    Tentu saja sobat… kalau semua mengidamkan yang terfavorit, bisa-bisa ada yang nggak kebagian🙂

      Afif logicprobe10 responded:
      May 4, 2010 at 9:11 am

      Ya, untuk itulah perlu diadakan suatu kompetensi🙂 biar adil..

    wi3nd said:
    May 3, 2010 at 7:17 am

    en99ak aku nda takut kok masuk PTS..

    won9 aku ajah dari swasta😀

    idebagusku said:
    May 3, 2010 at 12:23 pm

    info yang bagus mas, walaupun saya belum berkesempatan untuk kuliah

    Asop said:
    May 3, 2010 at 11:50 pm

    Saya malah baru tahu ada peringkat PTS yang melebihi PTN.😐

      Afif logicprobe10 responded:
      May 4, 2010 at 9:15 am

      Ada, kalau pernah dengar QS World Ranking University.. coba aja diseargh seklali2🙂

    Rina said:
    May 4, 2010 at 1:44 am

    Yup…melanjutkan kuliah itu adalah masalah hati…minat dan kemampuan
    Ga penting Negeri atau swastanya

    Sukses untuk lomba blognya🙂

    gerhanacoklat said:
    May 4, 2010 at 8:19 am

    kalo jaman dulu masih ikut umptn aku cuma pasrah aja dipilihin sama kakak2ku yang penting buat mereka aku ga keluar kota heheheh

    bluethunderheart said:
    May 4, 2010 at 9:01 am

    heheh yg penting u mempunyai semnagat tuk maju itu pasti blue suport,kawan
    salam hangat dari blue

    Afif logicprobe10 responded:
    May 4, 2010 at 9:18 am

    salam hangat jg om blue.. semoga sukses🙂

    rumahsehatafiat said:
    May 4, 2010 at 3:40 pm

    dan yang terpenting saat ini adalah calon mahasiswanya sendiri. Apakah sudah siap untuk berprestasi.salam sehat selalu

    Aldy said:
    May 4, 2010 at 4:08 pm

    Terfavorit juga belum tentu yang terbaik kan Mas, cuma kalau sudah favorit biasanya pasti disukai.

    sunarnosahlan said:
    May 4, 2010 at 10:34 pm

    bagi saya uang pangkal merupakan hal yang paling pokok untuk menentukan perguruan tinggi idaman, jika uang pangkal tinggi tentu saya tak berani memilihnya

    fitrimelinda said:
    May 4, 2010 at 11:55 pm

    yaps setuju bgt…🙂

    Pecinta Kuliner said:
    May 5, 2010 at 2:16 am

    Panduan yang bagus banget, Mas Afif. Soalnya jarang para lulusan SMA sederajat yang punya pandangan seperti ini, jadi emang harus ada yang ngebimbing mereka dlm memilih PT mana yang akan mereka tuju.
    Biar gak nyesel hehehe😀

    hanyanulis said:
    May 5, 2010 at 3:53 am

    PTN ato Swasta, kesempatan kerjanya sama aja. yang dinilai dari out put-nya adalah kulitas personalnya masing2, tentunya dengan skill yang dibutuhkan saat itu sebagai tenaga kerja yang profesional🙂

    Cah Lapindo said:
    May 5, 2010 at 7:33 am

    semuianay tergantung pada pola fikir dan daya nalar mas😀 (menurut saya sih)

    salam adem ayem

    Ifan Jayadi said:
    May 5, 2010 at 9:05 am

    Benar juga sih. Jangan kita tergiur hanya karena mendengar kata favorit. Selidiki aja lebih lanjut seperti tips diatas. Dan yang paling penting dari segalanya adalah tergantung dari diri kita sendiri. Mau sekolah dimana kek, kalau emang dasarnya kita malas, ya nggak akan jadi apa2.🙂

    greenyazzahra said:
    May 5, 2010 at 1:39 pm

    Noce Post…
    Mau PTN ataupun PTS sebenarnya memang kembali kepada mahasiswa yg menjalaninya, apakah serius atau tidak..apakah benar mau mencari ilmu atau hanya mencari gengsi..

      Afif logicprobe10 responded:
      May 5, 2010 at 4:23 pm

      ya bener juga, kadang2 gengsi itu lebih dikedepankan ya …

    greenyazzahra said:
    May 5, 2010 at 1:44 pm

    maksdnya nice post..he
    salah ngetik

    sapta said:
    May 5, 2010 at 6:14 pm

    yup… PTS atau PTN skrng sama aja.. bahkan klo diluar negeri swastanya lebih bagus dari pada di univ negeri.. intinnya mah dari niat kuliah, mau nuntut ilmu atau gaya2an doank..

    hidup adalah pilihan, pilihan menentukan hidup kita. jadi hati2 dalam memilih apalagi menyangkut masa depan..heheh.. 😀

      Afif logicprobe10 responded:
      May 8, 2010 at 12:27 am

      setuju mas sapta! ndag ada itu gaya-gayaan.. hidup adalah pilihan-slogan blog ini🙂

    sunflo said:
    May 6, 2010 at 4:15 am

    kalau pada zamankuu dulu tetep PTN itu yang jadi inceran, favorit dan unggulan dibanding swasta… tetep karna faktor finasial juga, tapi… seiring dengan perkembangan zaman, rupanya persepsi itu harus diubahh dech… apalagi di PTN biaya kuliah juga muahaaaalll kek di swasta dulu…

      Afif logicprobe10 responded:
      May 8, 2010 at 5:24 am

      ya begitulah, sekarang PTN juga banyak yg dituntut untuk lebih mandiri.. jadi mau tidak mau biaya sedikit membengkak😀

    kikakirana said:
    May 6, 2010 at 3:05 pm

    jadi mikir,, sebenernya QK dulu salah nggak ya…
    waktu pilih PTN… sepertinya begitu…
    atau mungkin… PTN yang QK pilih nggak salah, tapi jurusannya yang kurang berkenan di hati.
    secara dulu QK masih nggak ngerti apa”..
    harusnya sebelum memilih PTN kita memang punya banyak” informasi biar ga salah pilih😦

    HIDUP!!! ^_^ lah…😀

      Afif logicprobe10 responded:
      May 8, 2010 at 5:31 am

      tergantung kita sih, kalau setelah lu2s itu sudah tahu bidang mana yg benar2 cocok, kita tinggal memantapkan hati saja…🙂

    bundadontworry said:
    May 7, 2010 at 5:31 am

    favorit berarti disenangi, tapi belum jadi jaminan adalah yg terbaik.
    Selamat ya Mas Afif, semoga sukses diacara lomba ini.
    salam

    cara mengatur keuangan said:
    May 7, 2010 at 7:49 am

    yang menjadi perhatian tu bukan universitas ato sekolah nya lagi skrg ne,… buat apa sekolah ato kuliah d tempat favorit klo kita ndiri toh g ada potensi yg bs d banggain,.. y g seh,…

    iin syah said:
    May 8, 2010 at 3:36 am

    setuju….setuju..!!!

    shafiragreensulaiman said:
    May 8, 2010 at 4:27 am

    setuju..setuju…

    *kebanyakan yang masuk Tekim alasannya nghindari fisika..padahal bertaburan juga fisikanya di tekim.
    😀

    ian abuhanzhalah said:
    May 14, 2010 at 10:27 am

    wah menang g lombanya? semangat…
    saya juga kuliah di kampus tak terkenal wkwkw

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s